Cinta, sebuah entitas yang diperkuat dengan jalinan ikatannya, semua bentuk hubungan antara laki-laki dan perempuan, baik itu dalam kamar tidur maupun di luarnya.
Cinta adalah rasa yang merubah duka lara hidup menjadi bahagia. Tanpa cinta suami isteri terpisah dalam dua ruangan yang berbeda, lenyap segala perasaan yang menumbuhkan kasih, ketenangan, dan keinginan untuk menetap.
Tanpa cinta, jarak antara suami dan isteri demikian jauh, menjadikan keduanya berada disebuah lembah, dan segenap perasaan terkubur dalam di sana.
Jika cinta menguasai kamar tidur, udaranya dipenuhi dengan makna-maknanya, cahanya menghiasi dengan keagungannya, segala ungkapan cinta menjadi lambang disetiap detik yang terlewati di kamar itu.
Cinta adalah potongan kebahagiaan dalam hubungan suami isteri, maka tidak mungkin kehidupan antara pasangan suami isteri berlanjut berdasarkan hitungan materi, yang dalam pertimbangannya tidak melihat hakikat hubungan yang berasaskan cinta kasih ini, sedikit cinta dapat menghilangkan apa yang mengeruhkan kejernihan hubungan ini. Bila letupan-letupan cinta berkurang setelah pernikahan, itu karena keduanya enggan melakukan hubungan seksual karena tekanan-tekanan materi dalam hidup. Bab ini membicarakan seni yang indah dalam hubungan suami isteri, yang menginginkan pohon cintanya berbuah kembali.
"Sesuatu yang terindah dalam hidup adalah jika engkau mencintai, dan engkau mampu untuk mengungkapkan perasaan cinta itu".
Cinta adalah fenomena manusiawi yang agung, ia terbentuk kokoh dalam jiwa manusia. semua manusia dengan perbedaan budaya dan peradaban yang mereka miliki, sepakat bahwa cinta adalah sesuatu yang paling agung dalam alam ini, bahkan mereka semua hampir sepakat dalam entitas inti dari cinta sebagai suatu kondisi pribadi dari sekian banyak kondisi kejiwaan manusia yang merupakan sesuatu yang terindah, teragung, terbaik, terharum, dan tertinggi dalam hidup.
Mereka yang menulis tentang cinta dan apa yang diletakannya pada puncak perasaan-perasaan yang manusiawi, juga apa yang dibawanya sebagai perpanjangan alami dari hubungan antara laki-laki dan perempuan, adalah para pemikir, sastrawan, bahkan ahli fiqih, seperti ibnu sina dalam risalah al-Isyq, ibnu Hazam, Ibnu Qoyyim al-Jauziyyah dll. bahwa cinta bahkan pada lingkungan hubungan perasaan yang dikenal antara laki-laki dan perempuan adalah fenomena baik, begitu juga bentuk hubungan yang tertinggi antara laki-laki dan perempuan.
Cinta sebagai fenomena yang manusiawi, adalah hubungan antara pria dan wanita, yang mengakumulasikan berbagai efek antara mereka berdua, yang berbeda dalam pendefinisian dan pembatasannya antara satu orang dengan yang lainnya, dan dikontrol oleh karakteristik jiwa dan perasaan spiritualnya.
----------------------------------------------------------
*)Muhammad Sa'id Cs., Karim el-Shazley, Ahmad Abd ar Rahman, Isham Muhammad Syarif, Hidup bahagia Hingga Akhir Hayat (Komunikasi, Cinta, Spiritual, dan Keluarga), Akbar Media eka sarana, 2010).
I like this posting... Makna Cinta bagi sepasang Kekasih.. hmm.. Dalemmm bro.. ;)
BalasHapus